Bima (Werkudara) I




Bima atau Bimasena dalam bahasa sansekerta artinya kurang lebih “mengerikan”, dia adalah saudara kedua dari para Pandawa, dan juga menjadi salash satu tokoh utama dalam cerita Mahabarata. Bima adalah putra kedua dari Dewi Kunti dan Pandu.Ia dikenal sebagai tokoh Pandawa yang kuat, bersifat kasar dan menakutkan musuh, namun sebenarnya dia memiliki hati yang lembut. Bima memiliki sifat yang baik juga, dia setia pada satu sikap,Bima tidak suka berbasa-basi dan tidak pernah bersikap mendua serta tidak pernah menjilat ludahnya sendiri.


Bima juga memiliki nama lain Werkudara, dalam bahasa Sansekerta dieja vr(ri)kodara, berarti “perut serigala”, hal ini merujuk pada kegemarannya makan. Bima juga memiliki julukan Bhimasena yang berarti panglima perang.

Kelahiran dan Masa Muda


Dalam Wiracarita Mahabarata bagian pertama atau Adiparwa, dikisahkan bahwa Pandu mendapat kutukan dari Resi Kindama. Resi Kindama mengutuk Pandu, bahwa ia akan mati ketika mengawini istrinya, karena pada saat itu, tanpa sengaja Pandu membunuh Resi Kindama saat ia bersenggama dengan istrinya dalam wujud sepasang rusa. Oleh karenanya untuk mendapat keturunan, Kunti istri pandu yang menguasai mantra Adityahredaya, berseru pada Bayu, dewa angin. Dari hubungan Kunti dengan Bayu, lahirlah Bima. Atas anugerah Bayu, Bima menjadi orang yang paling kuat dan penuh kasih sayang.

Sejak kecil kekuatan Bima tidak ada tandingannya. Dengan kekuatannya itu, dia sering menjahili para sepupunya, yaitu Korawa. Karena kejahilan Bima, salah satu Korawa yaitu Duryodana menjadi sangat benci dengan Bima, bahkan  dia memiliki niat untuk membunuh Bima.

Hingga pada suatu hari, ketika para Korawa dan Pandawa pergi bertamasya di daerah sungai Gangga,Duryudana menyuguhkan makanan dan minuman kepada Bima yang sebelumnya sudah dicampur racun. Karena Bima memiliki sifat yang tidak suka mencurigai orang, ia langsung saja memakan makanan yang diberikan oleh Duryodana. sesaat setelah memakan makanan itu, Bima pingsan, tubuhnya kemudian diikat kuat-kuat dengan menggunakan tanaman menjalar ,kemudian dihanyutkan ke sungai Gangga dengan rakit oleh Duryodana. Saat rakit yang membawa Bima sampai di tengah sungai, ular-ular yang hidup di sekitar sungai mematuk badan Bima. Tapi justru patukan ular-ular itu menjadi penangkal bagi racun yang dimakan Bima. Setelah sadar, Bima langsung melepaskan ikatannya, kemudian membunuh ular-ular yang mematuknya. Beberapa ular menyelamatkan diri dan menghadap kepada Rajanya, yaitu Antaboga.

Mendengar berita yang disampaikan oleh anak buahnya, bahwa putera Pandu yang bernama Bima telah membunuh anak buahnya, ia segera menyambut Bima dan memberi minuman ilahi. Bima meminum beberapa mangkuk dan tubuhnya menjadi kuat. Bima tinggal di Istana Naga Basuki selama delapan hari. Duryudana sangat kesal melihat orang yang sangat dibencinya pulang dalam keadaan masih hidup.

Seperti Pandawa yang lain, Yudistira belajar ilmu agama, hukum, dan tata Negara kepada Resi Krepa bersama-sama dengan saudara-saudara sepupu mereka yaitu Korawa. Dan setelah itu mereka belajar ilmu perang kepada Drona. Bima dalam hal ini lebih memusatkan untuk menguasai ilmu menggunakan Gada seperti Duryodana. Bima dan Duryodana mejadi murid Baladewa,yaitu saudara Kresna yang sangat mahir dalam menggunakan senjata gada.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

 
Copyright © 2011. wayang kulit . All Rights Reserved
Home | Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Site map
Design by Dalang . Published by Dalang